SETUJU Gak LAPORAN DICABUT... ??? DWI ESTININGSIH Minta Maaf, Kapolda Metro: Saya Berharap Laporan Di-CABUT
loading...
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan berharap pelapor yang mengadukan Dwi
Estiningsih mencabut laporannya di Polda Metro Jaya. Dwi Estiningsih
dipolisikan gara-gara 5 gambar pahlawan di uang rupiah baru disebut
sebagai kafir.
"Saya berharap kalau (Dwi Estiningsih) sudah minta maaf, pelapor bisa mencabut laporannya," ujar Iriawan kepada wartawan di Gedung Ditjen Bea-Cukai, Jl Ahmad Yani By Pass, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (23/12/2016).
Pelapor Dwi Estiningsih, Achmad Zaenal Effendi, mengaku menerima permintaan maaf itu. Tetapi Zaenal menginginkan proses hukum terus berjalan.
"Kita akan pastikan dulu ke pelapor, tapi dari tipikal yang bersangkutan
kemungkinan akan mencabut menurut analisis saya. Saya juga berharap
kalau sudah minta maaf ya, yang namanya manusia kalau memaafkan dengan
tulus mungkin bisa dicabut," sambung Iriawan.
Kasus ini berawal saat Dwi melalui akun Twitter-nya, @estiningsihdwi, me-retweet sebuah artikel berjudul 'Tiada Pahlawan Imam Bonjol di Dompet Kami Lagi' pada Senin (19/12) lalu. Gambar Imam Bonjol di uang Rp 5.000 yang baru saat ini memang digantikan sosok guru besar Nahdlatul Ulama (NU), Dr KH Idham Chalid.
Dwi mengkritisi Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang baru saja menerbitkan uang rupiah desain baru itu. Dia mengkritik 12 pahlawan yang gambarnya terpampang di uang rupiah baru. Dia menilai komposisi pahlawan di uang baru itu dari sisi agama tidak ideal, karena tidak mengakomodir Islam sebagai mayoritas.
Cuitan Dwi direspons Zaenal selaku Sekretaris Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia (Forkapri) dengan melapor ke Polda Metro. Zaenal adalah anak seorang pejuang veteran.
Setelah pelaporan ini, pihak Dwi melalui kuasa hukumnya dari LSM Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM), Iwan Satriawan, menyatakan permohonan maaf atas pernyataan kliennya.
"Bu Dwi menyatakan ke saya, dia tidak ada maksud untuk menyerang atau menyinggung," kata Iwan.
Kasus ini berawal saat Dwi melalui akun Twitter-nya, @estiningsihdwi, me-retweet sebuah artikel berjudul 'Tiada Pahlawan Imam Bonjol di Dompet Kami Lagi' pada Senin (19/12) lalu. Gambar Imam Bonjol di uang Rp 5.000 yang baru saat ini memang digantikan sosok guru besar Nahdlatul Ulama (NU), Dr KH Idham Chalid.
Dwi mengkritisi Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang baru saja menerbitkan uang rupiah desain baru itu. Dia mengkritik 12 pahlawan yang gambarnya terpampang di uang rupiah baru. Dia menilai komposisi pahlawan di uang baru itu dari sisi agama tidak ideal, karena tidak mengakomodir Islam sebagai mayoritas.
Cuitan Dwi direspons Zaenal selaku Sekretaris Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia (Forkapri) dengan melapor ke Polda Metro. Zaenal adalah anak seorang pejuang veteran.
Setelah pelaporan ini, pihak Dwi melalui kuasa hukumnya dari LSM Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM), Iwan Satriawan, menyatakan permohonan maaf atas pernyataan kliennya.
"Bu Dwi menyatakan ke saya, dia tidak ada maksud untuk menyerang atau menyinggung," kata Iwan.
loading...

di maafkan,tapi proses hukum jalan terus...biar ada rsa jera...jika tidak bermaksu menista oahlawan jangan twit
ReplyDeletetwit....