loading...

Video Pria Puji Ahok Berhasil Atasi Banjir Jakarta Dengan Tanggul

Menteri Susi Tantang Anies Sandi Bikin Danau Seperti di Swiss

NAWACITA JOKOWI

NASDEM DEKLARASI DUKUNG JOKOWI PRESIDEN 2019-2024

DUNIA AKUI KINERJA AHOK

PRESIDEN JOKOWI Jadi Imam Shalat PRESIDEN AFGHANISTAN

Pesan Jokowi Untuk Relawan Projo Hadapi Tahun Politik

loading...

Ternyata ASMA DEWI Simpatisan PARPOL Yang Dijanjikan Jadi CALEG Gorontalo

loading...


PENYIDIK Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menelusuri motif politis di balik kasus penyebaran kebencian yang diduga dilakukan kelompok Saracen.

Direktur Tindak Pidana Siber Brigjen M Fadil Imran saat ditemui Selasa (12/9) mengatakan tersangka Asma Dewi, yang diduga menjadi pengguna jasa Saracen untuk menebar kebencian terhadap kelompok tertentu, merupakan simpatisan sebuah partai politik.

“Dia dijanjikan jadi caleg di daerah pemilihan Gorontalo,” kata dia.

Baca juga :
BREAKING NEWS !!! SARACEN Dikelola dan Didanai Merah Putih PRABOWO Subianto (MPPS)

PENYIDIK Punya TRANSKRIP Percakapan SARACEN Siap "MAIN" Untuk Pemilu 2019

SARACEN Dipersiapkan untuk Tahun POLITIK 2019

Bos Saracen Pernah Dilaporkan ke Polisi karena Retas Grup FB

Fadil juga mengungkapkan, pihaknya masih menelusuri aliran dana Rp75 juta dari Asma Dewi. “Uangnya langsung ditransfer lagi ke beberapa rekening anggota Saracen. Kami masih menelusuri kepentingan politik apa di balik aliran dana itu,” katanya.

Dalam dunia maya, beredar pula Asma Dewi berfoto bareng dengan pimpinan parpol di Indonesia.
Djuju Purwanto, pengacara, Asma Dewi, menampik kliennya adalah salah satu kader dari partai politik.
“Bukan anggota partai. Beliau ibu rumah tangga biasa yang aktif kegiatan pengajian dan sosial keagamaan,” ujar Djuju ketika ditemui di studio Metro TV, Kedoya, Jakarta.

Baca juga : SARACEN Meretas Akun Facebook APRIDA VERAWATY Link www.facebook.com/Aprida.Verawaty

Meski mengaku bukan bagian dari satu partai politik, Djuju menyatakan kliennya sempat menjadi salah satu simpatisan dari salah satu pasangan saat pemilihan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiago Uno.

“Bahwa kalau ada saat dimana pada waktu pemilihan kepala daerah mendukung salah satu calon gubernur, siapapun bisa melakukan itu dan sah-sah saja,” imbuh dia.

Baca juga : Penjelasan SARACEN Kepada APRIDA VERAWATY Tentang Teknik Kerja TEAM SARACEN

Saat ditanya isu mengenai kliennya akan maju sebagai calon legislatif dari Gorontalo, Djuju mengaku tidak pernah mendengar hal itu.

“Belum pernah dengar dan tidak pernah mendapatkan informasi itu. Tidak pernah bicara soal parpol,” pungkasnya.


MediaIndonesia.com
loading...

Comments