loading...
Kepolisian menyebut, salah
satu teroris yang menyerang di Markas Polda Sumut, SP, pernah pergi ke Suriah
pada 2013 lalu. Kepergian SP ke Suriah untuk bergabung dan belajar tentang
ISIS.
Kabid Humas Polda Sumut
Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, informasi tersebut diketahui dari hasil
pemeriksaan yang dilakukan pihaknya bekerja sama dengan Densus 88.
Setelah pulang dari Suriah
dan kembali ke Indonesia, SP terus mempelajari pemahaman radikalisme
yang disampaikan ISIS melalui dunia maya. Selanjutnya SP mengembangkan dengan
keluarganya dan orang-orang terdekat di sekitarnya.
"SP tetap berkomunikasi
melalui internet dengan pihak ISIS, kemudian disebarkan," jelas Rina.
Sementara dari penggeledahan
dilakukan di rumah SP, Jalan Pelajar Timur, Lingkungan 18, Gang Kecil,
Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, polisi menyita beberapa barang bukti
berupa dokumen tentang cara-cara melakukan serangan bunuh diri, buku untuk
anak-anak tentang kisah perang, buku-buku pemahaman tentang ISIS, poster
bergambar pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi, dan pelat pencetak serta cakram
VCD.
Selain itu, polisi juga telah
menggerebek dua lokasi percetakan yang berada di kawasan Jalan
Sisingamangaraja. Percetakan diduga mencetak berbagai logo ISIS. Pencetakan
logo ISIS itu diduga untuk kepentingan 2 tersangka penyerangan Mapolda Sumut.
"Percetakan itu
digerebek karena diduga pelaku mencetak logo ISIS di sana," terang Rina.
Dari lokasi percetakan,
polisi mengamankan berbagai barang bukti berupa kertas dan pelat yang berlogo
ISIS. Dua percetakan yang digerebek adalah Multi Grafika dan Sinar Baru.
penyerangan terjadi pada
Minggu, 25 Juni 2017, sekitar pukul 03.00 WIB. Dua anggota piket atas nama
Aiptu M. Sigalinging dan Brigadir E. Ginting, ketika berada di Pos II Mapolda
Sumut secara tiba-tiba diserang oleh dua orang pelaku.
Pada waktu itu terjadi
perkelahian yang mengakibatkan Aiptu M. Sigalingging, personel Yanma Polda
Sumut, tertusuk pisau hingga meninggal dunia. Pelaku juga mencoba membakar
ruangan pos. Anggota jaga atas nama Brigadir E. Ginting kemudian meminta
bantuan dengan berteriak kepada personel Brimob yang bertugas.
"Aiptu M. Sigalingging
meninggal dengan luka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada
kiri yang diduga karena terjadi perkelahian dan perlawanan," kata Kabid
Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting saat dikonfirmas.
Selanjutnya Brimob dari
penjagaan pos I, di pintu masuk Mapolda, memberikan bantuan dan melakukan
penembakan peringatan. Namun, pelaku masih juga mencoba menyerang dengan
mengucapkan kata-kata "Allahu Akbar" beberapa kali.
Kemudian anggota Brimob atas
nama Brigadir Novendri Sinaga, Bharatu Lomo Simanjuntak, dan Brigadir Karo
Sekali menembak kedua pelaku hingga berhasil diamankan dengan kondisi satu
orang meninggal dunia, dan satu orang dalam keadaan hidup.
loading...

Comments
Post a Comment