loading...
Pemerintah terus berupaya
untuk menjaga agar inflasi tetap stabil, yakni berada di kisaran 4 plus minus
1. Salah satunya dengan menjaga harga pangan tidak melonjak, khususnya saat
bulan Ramadhan.
Tradisinya, setiap memasuki
bulan Ramadan harga pangan di Indonesia pasti akan melonjak, baik karena
pasokan yang terbatas maupun adanya anomali seperti permainan harga.
Meski begitu, baru kali ini
harga pangan di Indonesia saat Ramadan tidak melonjak. Menteri Pertanian Amran
Sulaiman merasa senang dengan stabilnya stok pangan di tahun ini. Bahkan, dia
mencatat stok pangan saat ini melebihi batas atau over suplai.
"Setelah 3 tahun baru
kali ini saya pakai kaos, karena perasaan kami setelah 3 tahun, baru kali ini
merasa santai," kata Amran di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Sabtu
(17/6).
Berdasarkan catatan PT Food Station
Cipinang, stok beras saat ini masih terkendali, yakni sebanyak 39.700 ton.
Angka ini melebihi batas stok aman sebanyak 30.000 ton. Sementara stok gula
sebanyak 342 ton dan minyak sebanyak 420 ribu liter.
Menteri Perdagangan
Enggartiasto Lukita menambahkan, saat ini beras mengalami deflasi 0,06 persen.
"Secara keseluruhan
harga gula pasir turun, semua turun. Yang paling tajam cabai merah keriting
10.000 per kilogram. Bawang putih harganya turun tajam. Telur ayam ras juga
turun harganya," jelasnya.
Melihat hal itu, Presiden
Joko Widodo (Jokowi) memuji kinerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil menstabilkan harga
kebutuhan pokok di Ramadan 2017. Selain dua menteri tersebut, Jokowi juga
mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.
"Jadi Menteri
Perdagangan, Pak Kapolri, Menteri Pertanian yang telah bekerja keras untuk
stabilisasi harga kebutuhan pokok," katanya saat memberikan pengantar
dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/6).
Kepada mereka, Jokowi
menyampaikan ucapan terimakasih sebesar-besarnya. Mantan Wali Kota Solo ini
berharap, pola yang dilakukan mendag, mentan dan kapolri tetap dipertahankan
untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.
"Pola yang sudah ada ini
perlu dipertahankan dan disempurnakan lagi," kata Jokowi.
Dalam sidang ini, Jokowi
memastikan bahwa di Juli mendatang tidak ada kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Keputusan ini diambil setelah pemerintah melakukan perhitungan secara matang.
"Setelah kita kalkulasi
kembali, setelah kita hitung kembali, BBM bisa tidak kita naikkan, termasuk di
dalamnya BBM dan gas," pungkasnya.
Jika dibandingkan dengan
pemerintahan sebelumnya, pemerintahan Jokowi-JK terbilang berhasil menekan harga
pangan agar tidak melonjak saat Ramadan.
Mengingat, sepanjang masa
pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, terdapat beberapa permasalahan yang
terjadi, terutama pada harga komoditas pangan pokok seperti beras, kedelai,
gula, dan daging sapi.
Salah satunya adalah harga
beras yang mengalami kenaikan sejak pertama kali SBY menjabat pada 2004 hingga
tahun 2013. Kenaikan cukup tinggi terjadi pada masa Kabinet Indonesia Bersatu
(KIB) jilid I dan diklaim kenaikan tersebut mengalami penurunan pada KIB jilid
II.
Berdasarkan data yang dikutip
dari laporan Pencapaian Kinerja Pembangunan KIB I dan KIB II yang diterbitkan
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Minggu (23/2), harga beras
mengalami kenaikan rata-rata sebesar 16,4 persen sepanjang KIB I (2004-2009).
Pada masa KIB II dari tahun 2009 hingga 2013, harga beras mengalami kenaikan
sebesar 9,6 persen.
Selain itu, harga komoditas
kedelai turut mengalami kenaikan. Pada periode KIB I, harga kedelai tingkat
konsumen mengalami kenaikan rata-rata sebesar 16,0 persen, sementara untuk KIB
II kenaikan rata-rata terjadi sebesar 3,0 persen.
Selain itu, harga gula juga
mengalami kenaikan rata-rata sebesar 17,8 persen pada periode KIB I. Sedangkan
periode KIB II, kenaikan harga gula rata-rata sebesar 5,7 persen.
Sementara untuk harga daging
sapi, kenaikan yang terjadi cukup besar pada KIB II dengan rata-rata sebesar
11,8 persen. Sedangkan pada periode KIB I, kenaikan harga daging sapi rata-rata
mencapai 7,8 persen.
loading...

Comments
Post a Comment