loading...
Rencana Panitia Khusus Hak Angket DPR untuk Komisi Pemberantasan Korupsi membekukan anggaran bagi Polri dan KPK mendapat kritik keras dari berbagai kalangan. Politikus Gerindra Martin Hutabarat menyinggung soal rendahnya simpati rakyat untuk lembaga DPR.
Sebaliknya, simpati rakyat untuk KPK dan Polri saat ini lebih tinggi. Dia khawatir, jika Pansus Angket tetap akan membekukan anggaran untuk Polri dan KPK, rakyat akan berbondong-bondong menduduki gedung DPR.
"Sebenarnya kita harus sadar bahwa simpati rakyat terhadap DPR ini sangat rendah. Kalau DPR sampai membekukan anggaran Polri dan KPK, rakyat akan berbondong-bondong menduduki gedung DPR. Dan Polri yang biasanya bertugas mengamankannya, bisa-bisa tidak mau bertugas karena anggarannya dibekukan," kata Martin, yang juga anggota Fraksi Gerindra, melalui keterangan tertulis, Rabu (21/6/2017).
Martin sendiri menyatakan penolakannya atas wacana Pansus Angket DPR membekukan anggaran untuk KPK dan Polri. Dia akan bereaksi dengan mengumpulkan anggota DPR lainnya yang juga tak setuju atas pembekuan anggaran KPK dan Polri.
"Kita akan bereaksi apabila teman-teman di Pansus berniat membekukan anggaran Polri dan KPK," ucap Martin.
"Sebab, lembaga DPR yang begitu terhormat harus diselamatkan. Sebab, membekukan anggaran Polri dan KPK, sedikit pun, tidak ada kepentingan rakyat di situ," tuturnya.
Soal wacana pembekuan anggaran KPK dan Polri pertama kali dilontarkan oleh politikus Partai Golkar yang juga anggota Pansus Angket, Misbakhun. Wacana ini adalah buntut pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menolak menghadirkan secara paksa Miryam S Haryani ke Pansus Angket KPK.
detik.com
loading...

Comments
Post a Comment