loading...

Video Pria Puji Ahok Berhasil Atasi Banjir Jakarta Dengan Tanggul

Menteri Susi Tantang Anies Sandi Bikin Danau Seperti di Swiss

NAWACITA JOKOWI

NASDEM DEKLARASI DUKUNG JOKOWI PRESIDEN 2019-2024

DUNIA AKUI KINERJA AHOK

PRESIDEN JOKOWI Jadi Imam Shalat PRESIDEN AFGHANISTAN

Pesan Jokowi Untuk Relawan Projo Hadapi Tahun Politik

loading...

Australia Menyesal Membuat Militer Indonesia Tersinggung

loading...

Australia pada Kamis (5/1) menyatakan penyesalannya terhadap Indonesia dan berjanji akan melakukan penyelidikan terkait temuan materi pelajaran militer yang menyinggung TNI sehingga membuat pemerintah Indonesia memberhentikan sementara kerja sama militer kedua negara.


Pada Rabu (4/1) TNI mengakui memberhentikan kerja sama tersebut sejak Desember 2016. Presiden Indonesia Joko Widodo juga mengaku telah memberi izin keputusan penghentian kerja sama itu. Dia juga meminta kepada menteri pertahanan dan panglima TNI untuk melakukan penyelidikan.

Kerja sama militer Indonesia-Australia mencakup penanggulangan terorisme sampai perlindungan wilayah perbatasan. Selama beberapa tahun terakhir, hubungan militer Jakarta dan Canberra memang selalu naik turun. Australia sempat menghentikan pelatihan bersama dengan pasukan khusus Kopassus akibat dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Timor Leste pada 1999, saat wilayah itu tengah memperjuangkan kemerdekaan dari Indonesia. Hubungan kembali normal setelah tahun 2002 usai serangan bom di dua klub malam di Bali yang menewaskan 202 orang, 88 di antaranya warga Australia.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne pada Kamis mengaku telah melakukan penyelidikan atas materi pelajaran yang ditemukan di Barak Campbell, Perth. "Kami menyatakan penyesalan atas peristiwa ini. Saya berpendapat, adalah hal yang wajar bagi negara sahabat untuk menyatakan protes mereka," kata Payne kepada sejumlah wartawan di Sydney.

Australia akan memaparkan hasil investigasi itu kepada pemerintah dan militer Indonesia.

Payne menolak mengungkap apa yang membuat Indonesia merasa terhina. Sejumlah media melaporkan bahwa seorang pejabat militer Indonesia yang tengah mengikuti pelatihan di Australia tersinggung atas sebuah poster yang mempertanyakan kedaulatan Indonesia atas wilayah barat Papua. Selain itu ditemukan dokumen penghinaan terhadap ideologi dasar Pancasila. "Tentu saja kami mengakui kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Ini adalah sikap tegas kami," kata Payne.

Dia mengatakan bahwa semua materi bahan pelajaran pendidikan militer yang menyingung Indonesia telah dihapus.

Pada 2013 lalu, Indonesia juga sempat memutus hubungan militer dengan Australia setelah terungkap bahwa pihak intelejen Canberra memata-matai telepon genggam milik presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Australia saat ini membutuhkan bantuan Indonesia untuk mendukung kebijakan imigrasinya, termasuk mengusir kapal-kapal yang ditumpangi para pencari suaka.


Beritasatu.com 
loading...

Comments