loading...
Soesilo Toer, 79 tahun, mengatakan penulis buku Jokowi Undercover,
Bambang Tri Mulyono sering datang ke rumahnya. Kedatangan Bambang ke
rumahnya di Jalan Sumbawa, Jetis, Kota Blora, Jawa Tengah, tidak untuk
membicarakan kerja sama menerbitkan buku Jokowi Undercover, yang kini
dipersolkan kepolisian..
"Apalagi menyangkut penulisan buku itu. Tidak ada itu," ujar Soesilo pada Tempo Jumat, 6 Januari 2017. Adik kandung penulis Pramoedya Ananta Toer itu menjelaskan bahwa keluarganya memang mengelola perusahaan penerbitan bernama Pataba (Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa).
Ihwal kedatangan Bambang Tri, kata Soesilo Toer, berlangsung pada awal Desember 2016. Bambang Tri, kata Soesilo Toer, minta dirinya bersedia menjadi saksi meringankan jika nanti ada masalah hukum atas buku Jokowi Undercover. Tawaran itu langsung dijawab. ya justru akan bantai dia (Bambang Tri) di pengadilan, kata Soesilo.
Masalah buku Jokowi Undercover, Soesilo Toer mengaku tidak tahu menahu. Termasuk bahan baku dan juga latar belakang pembuatannya. "Dia (Bambang Tri) sering diskusi di rumah, karena sama-sama orang Blora. Tidak membahas soal pembuatan buku itu," tandas Soesilo Toer. "Seperti kena awu anget alias kena dampaknya dari buku tersebut."
Soesilo Toer berharap cepat dipanggil polisi untuk menjelaskan masalah ini. Soersilo Toer akan menjelaskan secara gamblang dan runtut masalah buku itu. Intinya, untuk meluruskan polemik yang ada sekarang ini. Dia itu (Bambang Tri) anti-kiri. Lha saya orang bebas, kata Soesilo.
Polri menangkap Bambang Tri pada 30 Desember 2016 karena dianggap penistakan Presiden Joko Widodo.  "Tersangka Bambang Tri Mulyono dititipkan penahanannya di Rutan Polda Metro Jaya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Rikwanto.
Tempo.co
loading...

Comments
Post a Comment