loading...
Sebuah badan khusus pemantapan Pancasila akan dibentuk dan berada di
bawah koordinasi Presiden RI langsung. Mantan Ketua MK Mahfud Md ikut
dalam pembahasan pembentukan badan tersebut.
"Jadi saya ikut dalam pembahasan itu. Negara ini sudah lama berdebat
tentang institusi mana yang menguatkan Pancasila itu," tutur Mahfud saat
dikonfirmasi detikcom, Kamis malam (22/12/2016).
Mahfud kemudian menjelaskan, pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono sebetulnya pernah digagas badan semacam ini. Namun wacana tersebut memunculkan kontroversi sehingga Presiden SBY tak membentuknya.
"Ada kesadaran pemerintah saat ini agar ada penguatan ideologi negara," ungkap Mahfud.
Baca: Jokowi Wacanakan Bentuk Badan Khusus Pancasila Langsung di Bawah Presiden
Mahfud juga telah diajak untuk meninjau draf Perpres yang akan diterbitkan terkait lembaga ini. Selain Mahfud, penulis buku 'Negara Paripurna' dan 'Revolusi Pancasila' Yudi Latif juga dilibatkan.
"Kira-kira bentuknya mirip BP7 (Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dahulu, tetapi lebih diaktualkan dan tidak berupa doktrin resmi. Intinya penguatan Pancasila," ujar Mahfud.
Sebelumnya dalam rapat terbatas kabinet terkait hal ini pada Senin (19/12), Presiden Jokowi menyatakan bahwa perlu ada badan khusus yang memperkuat Pancasila. Terlebih ketika ketertiban sosial mulai terbelah saat ini.
"Di tengah kondisi dunia yang seperti itu kita bersyukur memiliki Pancasila. Dan saya ingin mengingatkan Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa, tidak cukup hanya diketahui dihafalkan dan dijadikan simbol pemersatu bangsa," ujar Jokowi.
Mahfud kemudian menjelaskan, pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono sebetulnya pernah digagas badan semacam ini. Namun wacana tersebut memunculkan kontroversi sehingga Presiden SBY tak membentuknya.
"Ada kesadaran pemerintah saat ini agar ada penguatan ideologi negara," ungkap Mahfud.
Baca: Jokowi Wacanakan Bentuk Badan Khusus Pancasila Langsung di Bawah Presiden
Mahfud juga telah diajak untuk meninjau draf Perpres yang akan diterbitkan terkait lembaga ini. Selain Mahfud, penulis buku 'Negara Paripurna' dan 'Revolusi Pancasila' Yudi Latif juga dilibatkan.
"Kira-kira bentuknya mirip BP7 (Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dahulu, tetapi lebih diaktualkan dan tidak berupa doktrin resmi. Intinya penguatan Pancasila," ujar Mahfud.
Sebelumnya dalam rapat terbatas kabinet terkait hal ini pada Senin (19/12), Presiden Jokowi menyatakan bahwa perlu ada badan khusus yang memperkuat Pancasila. Terlebih ketika ketertiban sosial mulai terbelah saat ini.
"Di tengah kondisi dunia yang seperti itu kita bersyukur memiliki Pancasila. Dan saya ingin mengingatkan Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa, tidak cukup hanya diketahui dihafalkan dan dijadikan simbol pemersatu bangsa," ujar Jokowi.
loading...

Comments
Post a Comment