Bapak Yang Demo Djarot Ini Ditangkap Polisi, Kini Mengaku Menyesali Perbuatannya. Tapi Terlambat Sudah......!!
loading...
NS, penghadang calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, saat melakukan kampanye di Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada 9 November 2016, disebut menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulang kembali.
NS adalah orang yang berhadapan dan berdialog dengan Djarot pada saat penghadangan itu.
Hal itu diungkapkan Penyidik Subdit 1 Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKP Fadilah.
"(Saat itu) Pak Djarot bukan mundur, malah mendatangi, 'Mana komandan kalian'. Nah dia tampil dengan gagahnya 'Saya komandannya'. Diajak salaman. Diperingati oleh Pak Djarot 'Mau ngapain, Pak'," kata Fadilah di Kantor Bawaslu, Sunter Agung, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016).
Fadilah menuturkan, NS menyebut bahwa Djarot adalah penista agama. NS menolak kehadiran Djarot di Kembangan Utara. Djarot kemudian membalas NS dengan menyebutkan akan melaporkannya ke Bawaslu karena menghalangi dirinya berkampanye.
"Dengan gagahnya Bapak itu, direkam, video, foto, dan sebagainya. Jadi karena dihadang, Pak Djarot tidak lagi ke tujuan yang dimaksud. Jadi berhasil (penghadangannya)," kata dia.
Dari bukti-bukti dokumentasi tersebut, tim sentra penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu DKI, polisi, dan jaksa, bisa menemukan dan mengetahui identitas NS.
Saat ditemui tim sentra Gakkumdu, NS mengaku menyesal.
Beritateratas.com
loading...

Comments
Post a Comment